Monmaap nih gak boleh copy yes... kalo ngajak ngopi boleeee
Di Balik Dinding Rumah Sakit Chapt. 1

Di Balik Dinding Rumah Sakit Chapt. 1

Maret, 2017.Ibu Juwita sudah gak sadarkan diri sejak kemarin. Kami yang berdiri di sekelilingnya hanya memandang tanpa bisa berbuat apa-apa lagi. Dokter Ferry sudah bekerja maksimal, terlihat pasrah dengan kondisi pasiennya yang satu ini, dia hanya duduk memperhatikan monitor yang ada di samping tempat tidur. Beberapa saat kemudian, detak jantung Ibu Juwita semakin lemah, dan …

+ Read More

Rumah Teteh Chapt. 5

Rumah Teteh Chapt. 5

Rumah ini, entah bagaimana, udara di dalamnya selalu segar dan nyaman, membuat semua penghuninya betah tinggal berlama-lama. Padahal struktur bangunannya bukan struktur yang dibuat sengaja untuk mempermudah aliran udaranya agar mengalir lancar, jendelanya gak terlalu banyak, langit-langitnya juga gak terlalu tinggi. Agak aneh sebenarnya, terkadang suhu di dalam lebih dingin dari pada di luar. Tapi …

+ Read More

Rumah Teteh Chapt. 4

Rumah Teteh Chapt. 4

Rumah ini terhitung sudah cukup penuh penghuninya. Gw, Asep, Doni, dan Irwan masing-masing menempati kamar yang ada di lantai dasar bangunan utama. Sedangkan Nando sendirian menempati kamar yang letaknya di bagian belakang, bersebelahan dengan gudang, berhadapan langsung dengan taman terbuka. Sedangkan Memi dan Sisi menempati dua kamar yang ada di lantai atas, seperti yang sudah …

+ Read More

Rumah Teteh Chapt. 3

Rumah Teteh Chapt. 3

Masih di hari yang sama, setelah cukup lelah membereskan barang-barang, selepas maghrib gw tertidur dan gak tahu apa yang terjadi di luar kamar kemudian. Bandung sedang turun hujan sepanjang hari, berlanjut hingga malam menjelang, memaksa gw terlelap cukup lama. Tapi sekitar jam satu malam, gw terbangun..Sekujur tubuh menggigil kedinginan, disebabkan oleh hembusan angin malam yang …

+ Read More

RHDPK #14 feat Briikecil (finale)

RHDPK #14 feat Briikecil (finale)

“Ada pocong om..”Dengan suara bergetar, gw berbisik ke arah om Heri yang sudah ikut duduk bersandar di sebelah kiri.“Aku takut..” Om Heri hanya diam, tapi raut wajahnya terlihat cukup tenang, sedikit membantu meredakan rasa takut yang tengah gw rasakan.“Mereka ada, selalu ada di sini. Yuk berdoa dalam hati, supaya cepat pergi.”Dalam ketakutan, gw mencoba untuk …

+ Read More

Selepas Jam Kerja Ep. 2

Selepas Jam Kerja Ep. 2

Basement dua, salah satu bagian gedung yang cukup menyeramkan. Banyak kejadian aneh dan menakutkan yang pernah terjadi di tempat ini.Gak cuma sekuriti dan office boy, karyawan dan karyawati yang bekerja di gedung ink pun sering mengalami kejadian seram. Basement satu dan dua hanya diisi oleh mobil, sementara motor parkir di lapangan luas di bagian belakang …

+ Read More

Selepas Jam Kerja Ep.1

Selepas Jam Kerja Ep.1

Setelah #rumahteteh #RHDPK dan #briikecil, yang semuanya belum selesai, Malam ini kita mulai series terbaru ya. Mengisahkan tentang “geliat aktifitas” di gedung perkantoran selepas jam kerja. Gedung yang letaknya di tengah-tengah kota Jakarta. Kisahnya dialami oleh Mas Yono dkk, yang pernah bekerja di gedung itu, sebagai sekuriti.Mari kita mulai.. Ingat, jangan pernah baca sendirian.. *** ~Yono, Jam …

+ Read More

RHDPK #13 Feat Briikecil

RHDPK #13 Feat Briikecil

Pagi harinya sekitar jam setengah tujuh, seperti pagi sebelumnya di atas meja sudah tersedia sarapan pagi, kali ini pisang dan singkong rebus buatan Om wahyu. Ditemani gelas kopi buat para Om dan teh manis panas buat gw, kami kembali berbincang santai di ruang tengah. Hari itu rencananya Om Heri dan Om Wahyu kembali bekerja seperti …

+ Read More

RHDPK #12 feat #Briikecil

RHDPK #12 feat #Briikecil

Sosok itu berdiri tegak sambil terus menatap ke arah gw dengan sinar mata berwarna merah menyala seperti api kecil. Seperti terhipnotis, gw hanya bisa terdiam dengan mata yang gak bisa dipejamkan, benar-benar beberapa puluh detik yang sangat lama.Sukurlah, akhirnya gw dapat tersadar dari ketakutan yang amat sangat.Nyaris menangis, perlahan gw menundukkan kepala dan menenggelamkan wajah …

+ Read More

RHDPK #8

RHDPK #8

Di atas motor, cukup lama kami terdiam, tidak berbicara satu sama lain. Amri memacu kendaraan dengan kencang, sepertinya dia ingin cepat sampai di kota. Sementara aku, hanya diam sambil sesekali melirik ke arah belakang.Keadaan perkebunan karet yang sangat gelap, membuat penglihatan hanya bergantung pada cahaya lampu motor, lampu motor yang hanya mampu menerangi sebagian kecil …

+ Read More