Monmaap nih gak boleh copy yes... kalo ngajak ngopi boleeee

Kategori: Rumah Teteh

Rumah Teteh Chapt. 5

Rumah Teteh Chapt. 5

Rumah ini, entah bagaimana, udara di dalamnya selalu segar dan nyaman, membuat semua penghuninya betah tinggal berlama-lama. Padahal struktur bangunannya bukan struktur yang dibuat sengaja untuk mempermudah aliran udaranya agar mengalir lancar, jendelanya gak terlalu banyak, langit-langitnya juga gak terlalu tinggi. Agak aneh sebenarnya, terkadang suhu di dalam lebih dingin dari pada di luar. Tapi …

+ Read More

Rumah Teteh Chapt. 4

Rumah Teteh Chapt. 4

Rumah ini terhitung sudah cukup penuh penghuninya. Gw, Asep, Doni, dan Irwan masing-masing menempati kamar yang ada di lantai dasar bangunan utama. Sedangkan Nando sendirian menempati kamar yang letaknya di bagian belakang, bersebelahan dengan gudang, berhadapan langsung dengan taman terbuka. Sedangkan Memi dan Sisi menempati dua kamar yang ada di lantai atas, seperti yang sudah …

+ Read More

Rumah Teteh Chapt. 3

Rumah Teteh Chapt. 3

Masih di hari yang sama, setelah cukup lelah membereskan barang-barang, selepas maghrib gw tertidur dan gak tahu apa yang terjadi di luar kamar kemudian. Bandung sedang turun hujan sepanjang hari, berlanjut hingga malam menjelang, memaksa gw terlelap cukup lama. Tapi sekitar jam satu malam, gw terbangun..Sekujur tubuh menggigil kedinginan, disebabkan oleh hembusan angin malam yang …

+ Read More

Rumah Teteh Chapter 2

Rumah Teteh Chapter 2

Bandung, sekitar tahun 2007, udaranya masih tergolong dingin. Suhu bisa menyentuh empat belas derajat celcius. Kabut masih terlihat tebal pada pagi hari, ketika gw berjalan kaki dari Ciumbuleuit menuju Dipatiukur. Dan yang lebih seru lagi, waktu kamar mandi kost masih menggunakan bak mandi, setiap subuh permukaan airnya membeku, alias menjadi lempengan es karena begitu dinginnya. Tapi …

+ Read More

Rumah Teteh Chapter 1 (Circa 2007)

Rumah Teteh Chapter 1 (Circa 2007)

“Brii…Brii…” “Tok..tok..tok” Suara panggilan dan dibarengi dengan ketukan pintu membangunkan gw dari tidur siang. Mata langsung melirik ke arah jam, baru jam empat sore, “Padahal janjinya juga habis maghrib..” gumam gw dalam hati. Hari itu memang gw ada janji dengan Nando untuk melihat rumah yang rencananya akan kami jadikan tempat kost. Rumah yang terletak di …

+ Read More