Monmaap nih gak boleh copy yes... kalo ngajak ngopi boleeee

Kategori: RHDPK

RHDPK #14 feat Briikecil (finale)

RHDPK #14 feat Briikecil (finale)

“Ada pocong om..”Dengan suara bergetar, gw berbisik ke arah om Heri yang sudah ikut duduk bersandar di sebelah kiri.“Aku takut..” Om Heri hanya diam, tapi raut wajahnya terlihat cukup tenang, sedikit membantu meredakan rasa takut yang tengah gw rasakan.“Mereka ada, selalu ada di sini. Yuk berdoa dalam hati, supaya cepat pergi.”Dalam ketakutan, gw mencoba untuk …

+ Read More

RHDPK #13 Feat Briikecil

RHDPK #13 Feat Briikecil

Pagi harinya sekitar jam setengah tujuh, seperti pagi sebelumnya di atas meja sudah tersedia sarapan pagi, kali ini pisang dan singkong rebus buatan Om wahyu. Ditemani gelas kopi buat para Om dan teh manis panas buat gw, kami kembali berbincang santai di ruang tengah. Hari itu rencananya Om Heri dan Om Wahyu kembali bekerja seperti …

+ Read More

RHDPK #12 feat #Briikecil

RHDPK #12 feat #Briikecil

Sosok itu berdiri tegak sambil terus menatap ke arah gw dengan sinar mata berwarna merah menyala seperti api kecil. Seperti terhipnotis, gw hanya bisa terdiam dengan mata yang gak bisa dipejamkan, benar-benar beberapa puluh detik yang sangat lama.Sukurlah, akhirnya gw dapat tersadar dari ketakutan yang amat sangat.Nyaris menangis, perlahan gw menundukkan kepala dan menenggelamkan wajah …

+ Read More

RHDPK #8

RHDPK #8

Di atas motor, cukup lama kami terdiam, tidak berbicara satu sama lain. Amri memacu kendaraan dengan kencang, sepertinya dia ingin cepat sampai di kota. Sementara aku, hanya diam sambil sesekali melirik ke arah belakang.Keadaan perkebunan karet yang sangat gelap, membuat penglihatan hanya bergantung pada cahaya lampu motor, lampu motor yang hanya mampu menerangi sebagian kecil …

+ Read More

RHDPK #11

RHDPK #11

Cerita malam ini akan mengisahkan pengalaman #briikecil waktu liburan di perkebunan karet tempat Om Heri dan Om Wahyu bekerja.Menyeramkan..Ingat, jangan pernah baca cerita di sini sendirian, kadang “mereka” gak hanya sekadar hadir dalam cerita. ****Libur telah tiba, inilah saat yang ditunggu-tunggu oleh semua anak sekolah, termasuk gw.Libur yang cukup panjang, selama hampir sebulan gw gak …

+ Read More

RHDPK #10

RHDPK #10

Angin dingin berhembus pelan dari arah depan, peluh mulai bercucuran, tanpa lelah kami terus berusaha melangkahkan kaki dengan cepat tanpa berani sedikitpun menoleh ke arah belakang. Wahyu yang berjalan di depan sesekali memberi arahan harus kemana kaki ini dilangkahkan, sementara om yang berjalan di belakangnya terus mengikuti kemana Wahyu menuju. Walaupun tidak melihat secara langsung, …

+ Read More

RHDPK #9

RHDPK #9

Selamat malam,Kita lanjut petualangan Om Heri dan Wahyu di perkebunan karet ya.Kembali ke konsep awal, gw akan menuliskan cerita dalam bentuk yang sama persis dengan saat om Heri menceritakan kejadiannya.Ingat, jangan baca sendirian. Sosok-sosok hitam tinggi besar itu terus saja menatap tajam ke arah om, tatapan yang sangat mengerikan. Wajah hitam legam dengan bola mata …

+ Read More

RHDPK #7

RHDPK #7

Malam pertama yang sangat aneh, begitu pikirku sambil duduk di ruang tengah, waktu itu sekitar jam enam pagi. Hari kedua.. Pak Rusli berjanji akan datang bersama banyak pekerja perkebunan. Para pekerja itu yang nantinya akan dipekerjakan sebagai buruh lepas harian penyadap karet. Aku sudah menyusun kegiatan yang akan kami kerjakan selama satu minggu ke depan. …

+ Read More

RHDPK #6

RHDPK #6

Namaku Wahyu, umurku 24 tahun, lulusan sekolah menengah kejuruan, belum pernah mengecap bangku kuliah. Anak pertama dari empat bersaudara, ayah sudah meninggal sejak aku masih duduk di bangku SMP. Ibuku seorang ibu rumah tangga biasa yang sehari-harinya menjaga dan membesarkanku dan adik-adik yang semuanya masih bersekolah. Oh iya, kami memiliki warung kecil di depan rumah, …

+ Read More

RHDPK #5

RHDPK #5

“Sreeek…sreeekk..sreeekk..” Sekali lagi, nenek dengan sapu lidi itu terdengar menyapu pekarangan di sebelah kanan rumah. Om mendengarkan dengan seksama..Suaranya kadang menjauh, kadang mendekat.. Terjebak di rumah ini sendirian. Iya, pada tengah malam ini om sedang sendirian di rumah, Wahyu gak ada.. *** “Pak, saya ke kota dulu ya. Sebelum maghrib saya sudah di rumah lagi.” …

+ Read More