Monmaap nih gak boleh copy yes... kalo ngajak ngopi boleeee

Penulis: Brii Story

RHDPK #11

RHDPK #11

Cerita malam ini akan mengisahkan pengalaman #briikecil waktu liburan di perkebunan karet tempat Om Heri dan Om Wahyu bekerja.Menyeramkan..Ingat, jangan pernah baca cerita di sini sendirian, kadang “mereka” gak hanya sekadar hadir dalam cerita. ****Libur telah tiba, inilah saat yang ditunggu-tunggu oleh semua anak sekolah, termasuk gw.Libur yang cukup panjang, selama hampir sebulan gw gak …

+ Read More

Hantu di Rumah Andi

Hantu di Rumah Andi

Malam ini gw akan cerita tentang pengalaman waktu kecil, sewaktu masih SD tepatnya.Cukup seru,Ingat, jangan baca sendirian, karena terkadang “mereka” gak hanya sekadar hadir dalam cerita. “Brii, nanti pulang sekolah main ke rumahku ya. Aku punya game PS yang baru..”Suara Andi membuyarkan lamunan gw pada siang itu, melamun sambil melayangkan pandangan ke luar jendela, gw …

+ Read More

RHDPK #10

RHDPK #10

Angin dingin berhembus pelan dari arah depan, peluh mulai bercucuran, tanpa lelah kami terus berusaha melangkahkan kaki dengan cepat tanpa berani sedikitpun menoleh ke arah belakang. Wahyu yang berjalan di depan sesekali memberi arahan harus kemana kaki ini dilangkahkan, sementara om yang berjalan di belakangnya terus mengikuti kemana Wahyu menuju. Walaupun tidak melihat secara langsung, …

+ Read More

RHDPK #9

RHDPK #9

Selamat malam,Kita lanjut petualangan Om Heri dan Wahyu di perkebunan karet ya.Kembali ke konsep awal, gw akan menuliskan cerita dalam bentuk yang sama persis dengan saat om Heri menceritakan kejadiannya.Ingat, jangan baca sendirian. Sosok-sosok hitam tinggi besar itu terus saja menatap tajam ke arah om, tatapan yang sangat mengerikan. Wajah hitam legam dengan bola mata …

+ Read More

RHDPK #7

RHDPK #7

Malam pertama yang sangat aneh, begitu pikirku sambil duduk di ruang tengah, waktu itu sekitar jam enam pagi. Hari kedua.. Pak Rusli berjanji akan datang bersama banyak pekerja perkebunan. Para pekerja itu yang nantinya akan dipekerjakan sebagai buruh lepas harian penyadap karet. Aku sudah menyusun kegiatan yang akan kami kerjakan selama satu minggu ke depan. …

+ Read More

RHDPK #6

RHDPK #6

Namaku Wahyu, umurku 24 tahun, lulusan sekolah menengah kejuruan, belum pernah mengecap bangku kuliah. Anak pertama dari empat bersaudara, ayah sudah meninggal sejak aku masih duduk di bangku SMP. Ibuku seorang ibu rumah tangga biasa yang sehari-harinya menjaga dan membesarkanku dan adik-adik yang semuanya masih bersekolah. Oh iya, kami memiliki warung kecil di depan rumah, …

+ Read More

RHDPK #5

RHDPK #5

“Sreeek…sreeekk..sreeekk..” Sekali lagi, nenek dengan sapu lidi itu terdengar menyapu pekarangan di sebelah kanan rumah. Om mendengarkan dengan seksama..Suaranya kadang menjauh, kadang mendekat.. Terjebak di rumah ini sendirian. Iya, pada tengah malam ini om sedang sendirian di rumah, Wahyu gak ada.. *** “Pak, saya ke kota dulu ya. Sebelum maghrib saya sudah di rumah lagi.” …

+ Read More

Perempuan di Teras Rumah

Perempuan di Teras Rumah

Perempuan itu terlihat lagi.. Duduk seperti biasanya, menghadap ke depan memandang halaman rumah. Duduk sendirian di atas kursi goyang berbahan rotan di teras depan. Jarang sekali gw melihatnya ditemani orang lain, nyaris selalu sendirian. Semakin hari melihatnya, tubuhnya semakin bertambah kurus dengan wajah yang pucat pasi, bibirnya berwarna kehitaman, kedua matanya yang cekung terlihat sayu …

+ Read More

RHDPK #4

RHDPK #4

Tidak terasa, sudah hampir enam bulan om menjalani hidup dan bekerja di tempat terpencil ini, tempat yang mau gak mau om harus terbiasa dengan segala keadaan dan situasinya. Wahyu juga begitu, dia tetap menjalani semuanya dengan ikhlas, disamping harus melakukan kewajiban sebagai pekerja perkebunan. Kami bentuk keadaan sekitar rumah seperti yang kami inginkan, membuatnya menjadi …

+ Read More

RHDPK #3

RHDPK #3

“Allahuakbar..! Ada apa yu?” Om terkejut dengan pengereman mendadak yang dilakukan Wahyu, karenanya kami nyaris terjatuh dari motor. Wahyu gak menjawab, dia hanya menunjuk jari tangannya ke depan, tepatnya ke arah rumah kami yang sudah berjarak sekitar tiga puluh meter. Om mengarahkan pandangan ke tempat yang Wahyu maksud. Masih duduk di atas motor, dengan bantuan …

+ Read More