Monmaap nih gak boleh copy yes... kalo ngajak ngopi boleeee
Selepas Jam Kerja Ep. 2

Selepas Jam Kerja Ep. 2

Basement dua, salah satu bagian gedung yang cukup menyeramkan. Banyak kejadian aneh dan menakutkan yang pernah terjadi di tempat ini.
Gak cuma sekuriti dan office boy, karyawan dan karyawati yang bekerja di gedung ink pun sering mengalami kejadian seram.

Basement satu dan dua hanya diisi oleh mobil, sementara motor parkir di lapangan luas di bagian belakang gedung.
Kami sebagai sekuriti biasanya memang mengarahkan parkir mobil di basement satu terlebih dahulu, setelah penuh baru basement dua mulai diisi.

Di basement satu dan dua, pengelola gedung menyiapkan ruangan khusus sebagai ruang tunggu supir, tempat yang cukup nyaman untuk supir beristirahat dan melepas lelah.

Tapi, mayoritas supir gak mau menunggu di ruang tunggu basement dua, apa lagi supir-supir yang sudah sering berkunjung ke gedung ini, mereka lebih memilih untuk ke ruang tunggu di basement satu.

Ya karena itu tadi, basement dua cukup menyeramkan menurut mereka. Ada yang bilang ada kuntilanaknya, ada yang bilang ada pocongnya, ada yang bilang kadang ada anak-anak kecil berlarian, macam-macam..

Basement dua ini cukup luas, dapat menampung banyak sekali kendaraan. Kalau kami sedang patroli ke situ biasanya menghabiskan waktu sekitar lima belas menit untuk mengelilinginya.

Keadaanya bersih, karna memang selalu ada petugas yang membersihkannya setiap sore. Tapi karna memang gak pernah terpapar sinar matahari, jadi udaranya sangat lembab walaupun sudah ada kipas ventilasi di beberapa sudutnya.

Seperti basement gedung pada umumnya, tiang-tiang pancang pondasi gedung berbaris berdiri kokoh menghiasi basement.
***
~Marco, 27 tahun, karyawan. 20.00wib~
Hari yang cukup melelahkan, sangat menguras tenaga dan pikiran. Pak Bos sedang sensitif hari ini, target kerja gw belum tercapai padahal udah masuk minggu ke empat.

Target, target, target..
Itu yang ada di pikiran gw selama nyaris 24 jam, terkadang dalam mimpi pun gw masih di kejar target.

Beginilah nasib masih menjadi budak korporat.
Tapi sukurlah, hari ini sudah berakhir, gw bisa pulang dan berisrirahat.
Jam 10 malam, kantor gw yang ada di lantai sebelas sudah sepi, sangat sepi malah. Setelah celingak celinguk ke kanan kiri depan belakang, gw baru sadar kalau gw sendirian di ruangan yang besar ini.

Ya sudah, gw memutuskan untuk membereskan meja dan bersiap untuk pulang.

Sebagian besar lampu sudah dalam keadaan mati, hanya lampu dekat meja gw aja yang masih menyala.

Gw memang cukup sering pulang paling terakhir, dan malam pastinya, tapi paling sering jam sembilan. Jarang sekali gw pulang lebih dari jam sembilan seperti pada malam ini, karna gw agak gak nyaman dengan situasi gedung kalau sudah semakin malam. Lagi pula, jam sembilan biasanya sekuriti dan OB kantor sudah pulang semua.

Beberapa kali gw merasakan sesuatu yang aneh dan cukup menyeramkan di ruangan tempat kerja gw ini. Gw takut, makanya gw menghindari pulang lewat dari jam sembilan, kecuali terpaksa.
*
Gw menarik badan ke belakang, meregangkan dan melemaskan otot seluruh tubuh setelah seharian cukup tegang.

Setelah itu gw berdiri dan kemudian meraih tas, gw mau pulang..
Nah, tiba-tiba, di depan pintu ruangan, gw melihat ada perempuan yang berjalan melintas.
“Ah sukurlah, ada teman turun.”
Begitu pikir gw dalam hati.

Pintu ruangan itu berjarak sekitar 30meter dari meja tempat gw duduk, cukup jauh memang, makanya setengah berlari gw bergegas ke pintu keluar untuk kemudian menuju lift.
“Ting..”
Lift belum terlihat dari tempat gw yang masih sedang berjalan, tapi sudah terdengar suaranya pintunya terbuka. Gw berpikir, perempuan yang tadi melintas depan pintu yang membuka lift.

Akhirnya lift sudah terlihat. Walau pun muncul dari samping, gw dapat melihat kalau lift benar sudah terbuka pintunya.
“Mbak, tolong tahan pintunya ya.”
Setengah berteriak gw meminta perempuan yang gw pikir ada di dalam, untuk menahan lift dan menunggu gw yang masih berjarak belasan meter.

Ketika sudah sampai di depan lift, gw kaget..
Kenapa?
Karna lift ternyata dalam keadaan kosong..
Loh? Kemana perempuan tadi?
Gw melihat ke kanan kiri, gak ada siapa-siapa, sepi..

Tiba-tiba gw merinding, perasaan gak enak.
Gw langsung masuk ke dalam lift dan menutup pintunya.
Kemudian lift bergerak turun..
Gw masih bingung, kemana perempuan itu?
Karna walaupun hanya sekilas, tapi gw yakin dengan keberadaan perempuan berambut panjang yang melintas di depan ruangan tadi.

Ah sudahlah..
“Ting..”
Pintu lift terbuka di basement dua, tempat gw memarkirkan kendaraan.
Gw paling anti sebenarnya parkir di basement dua ini, ngeri..
Selalu sepi, apa lagi kalau sudah malam seperti ini.
Karna tadi pagi terlambat datang, yang membuat gw dengan terpaksa harus parkir di basement dua.

Dan benar aja, basement dua yang sangat luas ini hanya tinggal beberapa kendaraan yang masih terlihat parkir.
Sepi, gak ada orang satu pun yang terlihat. Seperti basement pada umumnya, penerangan di basement ini juga hanya seadanya, cahayanya redup remang.

Jarak antara lift dan mobil gw cukup jauh, banyak langkah kaki yang harus gw lakukan untuk sampai ke mobil.

Gw melangkah benar-benar sendirian, hanya langkah kaki gw aja yang terdengar memecah kesunyian.

Tapi, ketika baru setengah perjalanan, tiba-tiba gw mendengar seperti ada suara langkah kaki yang mengikuti dari belakang.
Reflek, gw menoleh ke arah sumber suara..
Gak ada siapa-siapa, gw masih sendirian.
Gak ambil pusing, gw lanjut berjalan.
Sekali lagi hanya langkah kaki gw aja yang terdengar.

Tapi tiba-tiba suara langkah kaki di belakang terdengar lagi.
Lagi-lagi gw menoleh ke belakang, tetap gak ada siapa-siapa.
Saat itulah gw mulai merinding, perasaan gw mulai gak enak, karna jelas-jelas suara langkah kaki itu terdengar dari belakang, suara langkah kaki yang terdengar seperti langkah kaki perempuan menggunakan sepatu hak tinggi.

“Tak..tok..tak..tok..” seperti itu kira-kira terdengarnya..
Gw lanjut melangkah, kali ini dengan mempercepat laju jalan.
“Tak..tok..tak..tok..”

Suara itu terdengar lagi, terus mengikuti gw dari belakang..
Gw ketakutan, setengah berlari gw menuju mobil..
Ketika pada akhirnya sampai di mobil, sebelum membuka pintu, gw sempatkan melirik ke belakang, gak ada siapa-siapa.
Sepi dan kosong..

Pintu gw tutup ketika sudah duduk di belakang kemudi.
Sambil memanaskan mesin mobil sebentar, gw arahkan pandangan ke sekeliling..
Benar-benar sepi dan kosong..
“Sial, bikin takut aja..”
Begitu gumam gw dalam hati..

Lalu gw menjalankan mobil perlahan, menuju basement satu..
Tapi ada yang aneh, perasaan gw masih gak enak, ada apa ya..?
Gw kaget, badan gw lemas, gw ketakutan, ketika secara gak sengaja gw melirik ke kaca spion mobil yang di dalam.

Kenapa? Ada apa?
Ternyata dari pantulan kaca spion, gw melihat ada perempuan yang sedang duduk di kursi belakang, duduk di kursi belakang yang sebelah kiri.
Gw gak sendirian..
Gw yakin kalau gak sedang berhalusinasi, perempuan itu benar-benar terlihat mata dan sebagian wajahnya.
Matanya sama menatap ke arah kaca spion, wajahnya pucat tapi terlihat tersenyum kecil. Gw langsung merubah posisi duduk menjadi lebih dekat ke kemudi, gw gak mau melihat spion lagi.
Sungguh perjalanan menuju basement satu yang sangat lama..
Gak lama kemudian tercium wangi parfum wanita, sangat kuat tercium.
Gw mempercepat laju mobil, yang akhirnya sampai juga di basement satu..
Untunglah di ujung basement gw melihat satu orang sekuriti sedang berdiri di depan ruangannya.

Gw menghentikan mobil di depan sekuriti itu, kemudian langsung turun dari mobil.
“Eh, mas Marco, baru pulang mas?”
Sekuriti itu bernama Yono, gw sudah cukup mengenalnya.
“Iya mas Yono..”
“Kok kaya yang panik, ada apa mas Marco?”
Gw menyulut sebatang rokok, kemudian bilang “Ada hantu perempuan di kursi belakang mobil mas..”

Mas Yono langsung memeriksa mobil, membuka pintu belakangnya.
“Gak ada Mas, kosong..” Begitu katanya.
Setelah sudah cukup tenang, gw ceritakan seluruh kejadiannya kepada mas Yono saat itu juga.
Sejak saat itu, gw gak pernah mau lagi parkir di basement dua, kapok..
***
~Yono, 23.00wib, basement dua~
Seperti biasa, ketika mendapatkan giliran jaga malam, aku harus berkeliling patroli ke seluruh bagian gedung.

Setiap sudut gedung harus dikunjungi, termasuk basement dua. Walau pun takut, kami tetal harus memeriksanya.

Di basement dua ini juga ada toilet, yang letaknya di sudut bangunan, arah ke kanan dari lift.

Toilet ini termasuk jarang ada orang yang mau menggunakannya, apa lagi malam hari. Orang-orang lebih memilih untuk menggunakan toilet yang lain.

Namun walau pun demikian, kebersihan toilet ini tetap terjaga, karna secara rutin selalu dibersihkan.

Pada malam itu, basement dua adalah bagian gedung paling terakhir yang aku periksa.

Aku berjalan mengelilingi setiap sudutnya. Ada beberapa kendaraan terlihat masih terparkir di beberapa tempat.

Suasananya sangat sepi, gak ada seorang pun yang terlihat..
Hingga pada akhirnya aku harus melewati toilet.

Pintunya tertutup rapat ketika melintas di depannya, melihat hal itu aku melanjutkan berjalan menuju ke basement satu.
Tapi, ketika sudah beberapa langkah menjauh dari toilet, tiba-tiba aku mendengar sesuatu.

Ada suara pintu yang terbuka, aku yakin itu suara pintu toilet, karna pintu yang terdekat hanya pintu toilet itu aja.
Aku langsung menoleh ke arah toilet..
Dan benar aja, pintunya terbuka, dan perlahan menutup dengan sendirinya.

Tanpa ada rasa curiga sedikit pun, aku berjalan mendekat ke toilet.
Sesampainya di depan toilet, aku menahan pintu agar tetap terbuka, dan melihat ke dalam.
“Masih ada orang di dalam?” aku memberanikan diri bersuara.
Gak ada jawaban..
Pandanganku hanya bisa melihat sebagian kecil keadaan dalam toilet, karna terhalang tembok yang berada di depan pintu.
Aku gak melihat ada siapa-siapa..
Sepertinya kosong.
“Ah sekalian aja aku buang air kecil di dalam.” Begitu pikirku dalam hati.
Ternyata itu keputusan yang salah..
*
Aku melangkahkan kaki masuk ke dalam, tanpa ada rasa yang aneh.
Pintu toilet aku biarkan terbuka, entah kenapa aku melakukan hal itu.
Kemudian aku menuju tempat buang air kecil, dan pipis di situ.
Setelah selesai, aku menuju ke wastafel dan mencuci tangan.
Ada dua wastafel yang berbaris sejajar, di depannya ada cermin besar memanjang.

Hmmm..
Ketika mencuci tangan inilah ada sesuatu yang terjadi, sesuatu yang sangat mengerikan..
Di dalam toilet ini ada tiga bilik tertutup yang berbaris, letaknya di depan wastafel, di belakang aku berdiri yang sedang mencuci tangan.
Ketika sedang mencuci tangan, pintu salah satu bilik itu pelan-pelan terbuka..Bilik yang letaknya tepat di belakang aku berdiri..

Aku dapat melihat kejadian itu dengan jelas melalui cermin besar yang ada di hadapan.
Seperti terhipnotis, aku terus memperhatikan gerakan pintu yang perlahan terbuka..
Hingga akhirnya pintu benar-benar terbuka lebar..
Tubuhku lemas, tulang-tulang seperti lepas dari engselnya..

Di dalam bilik toilet itu, aku melihat pocong sedang berdiri diam..
Pocong setinggi manusia normal..
Balutan kain kafan lusuh cukup jelas terlihat..
Namun pada bagian kepala, kain kafan itu terbuka sedikit pada bagian wajahnya. Wajah hitam legam, aku gak bisa melihat detailnya, karna cahaya toilet cukup remang.

Setelah tersadar, dan nyali sudah sedikit terkumpul, aku bergeser pelan ke arah pintu.
Sesampainya di pintu aku langsung berlari ke luar, menuju basement satu, ke ruangan sekuriti.
***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *