Monmaap nih gak boleh copy yes... kalo ngajak ngopi boleeee
Hantu di Kantor

Hantu di Kantor

Sekitar delapan tahun yang lalu, gw bekerja di satu kota kecil di ujung paling barat pulau Jawa, Labuan namanya, propinsi Banten.
Kota yang gak terlalu ramai, gak ada mall, ga ada bioskop, apalagi J-co, hiburan yang paling menarik adalah pantai dan warung seafood-nya..

Kegiatan masyarakatnya selesai setelah isya, lalu itu kota pun sepi..

Setiap hari gw pulang pergi kerja menggunakan motor antara Cilegon – Labuan yang jaraknya 120 km pulang pergi, jauh. Maka dari itu, kalo kadang merasa capek atau banyak kerjaan gw memilih untuk bermalam di kantor..

Gw bekerja di kantor cabang pelayanan salah satu perusahaan seluler, letaknya bukan di pusat kota, tapi agak dipinggir. Makanya, suasana sekitar kantor sepi kalau malam.

***

Bangunan kantor hanya satu lantai, terdiri dari tiga bagian ruangan besar.

Ruangan pertama adalah customer service (CS) letaknya paling depan, terdiri dari meja CS, sofa, meja sekuriti, dll,
Di belakangnya ada ruang meeting, ada meja bundar besar dengan beberapa kursi disekelilingnya.

Di sisi kiri ruang meeting ada toilet, masih ada bak mandi di dalamnya.

Ruangan paling belakang adalah back office, berisi beberapa meja dan kursi staff.

Tiga ruangan ini cukup besar, sehari-harinya dapat menampung lima belas karyawan dan melayani puluhan customer.

Jendela kaca hanya ada di ruang CS, jadi ruang meeting dan back office gak ada pemandangan keluar.

Oh iya..akses keluar masuk kantor hanya ada satu, letak pintunya di ruangan Customer service,

Jadi, kalau dari back office mau ke luar harus melalui ruang meeting dulu, kemudian masuk ke ruang CS untuk menuju pintu keluar.

***

Yang pernah atau memang masih bekerja di kantor pelayanan pasti paham, ada hari-hari dimana customer sangat ramai.

Nah, pada suatu waktu, akibat load pekerjaan yang tinggi, gw memutuskan untuk menginap di kantor, banyak aktivasi yang harus diselesaikan hari itu juga.

Disinilah awalnya..

Biasanya, pada malam hari kantor dalam keadaan kosong, gak ada sekuriti yang menjaga.

Tapi Bang Roy menemani gw kerja pada malam itu, walau cuma sampai jam sembilan, lumayanlah gw jadi ada teman ngobrol sebentar.

Bang Roy adalah satpam kantor, biasa gw panggil begitu, beliau orang asli daerah situ, rumahnya masih di dekat kantor,

Sekitar jam sembilan malam bang Roy pun pulang.

Inilah kali pertama gw bermalam dikantor itu sendirian..

***

Sekedar informasi, di belakang kantor ada pemakaman. Pemakaman salah satu keluarga yang cukup terpandang di kota itu.
Iya, pemakaman.

Jadi gak cuma ada satu makam..

Dengan landscape yang cukup seram, ditambah pepohonan rindang disekitarnya.

Bang roy pernah cerita, kalau kantor itu dulunya bangunan lama yang digunakan oleh dinas pemerintah, beliau kenal dengan beberapa orang yang pernah bekerja di tempat itu.

Menurut mereka, banyak penampakan hantu, yang paling sering adalah pocong dan kuntilanak.

Sejak dahulu, jarang ada yang berani menginap di tempat itu sendirian. Pernah ada yang mencoba, tapi besok paginya ditemukan dalam keadaan pingsan di halaman kantor.

***

Tadinya kantor itu berbentuk bangunan tua arsitektur lama, baru di renovasi setelah akan digunakan oleh kantor gw.
Jadi lebih modern dan rapih.

***

Sebenarnya, malam itu beberapa kali Bang Roy menawarkan gw untuk menginap di rumahnya saja, tapi gw ga mau, sungkan, karena baru kenal juga, waktu itu gw masih terhitung karyawan baru,

Sebelum beliau pulang, ada omongannya yang bikin gw agak takut.
“Kalo nanti gak tahan, tidur di rumah aja ya Brii, saya tunggu.” Begitu katanya.

“Ok Bang, makasih ya…”

Gak tahan? Apa maksudnya?

Akhirnya, Bang Roy pulang.

Mulailah kisah gw pada malam itu..

***

Gw duduk di depan komputer b’office (ruangan paling belakang), ruang CS dan ruang meeting sengaja gw nyalakan semua lampunya, supaya terlihat ada kehidupan.

Awalnya gak ada kejadian aneh,

Tapi mendekati tengah malam mulai ada gangguan, sekitar jam sebelas,
Ketika sedang asik di depan komputer, gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba listrik mati..

BET..!!!

Gelap gulita…!

Gw langsung berdiri dan berjalan keluar, seperti cerita di awal tadi, kalau mau ke luar harus melalui ruang meeting dan ruang CS terlebih dahulu.

Tanpa berpikir macam-macam, bermodal cahaya dari ponsel, gw merayap keluar.

Waktu itu ponsel gw belum ada senternya, jadi hanya dibantu oleh cahaya dari layarnya saja, penerangan yang gw dapatkan sangat temaram jadinya.

Setelah sampai di luar dan melihat sekitar, ternyata mati listrik hanya terjadi di kantor gw, bangunan lain listriknya tetap menyala.

Lantas gw menuju ke meteran listrik, benar saja, meteran berada dalam posisi off, gw nyalakan kembali, dan listrik pun kembali hidup seperti semula.

Bodohnya waktu itu, tanpa beban gw malah balik ke b’office dan duduk manis melanjutkan kegiatan di depan komputer.
Hingga mulailah gangguan berikutnya.

***

Sekitar jam dua belas..

Ada “kegiatan” yang berlangsung di ruang meeting, pada awalnya gw gak menyadari.

Samar-samar gw mendengar suara yang bersumber dari ruang meeting, awalnya gak yakin itu suara apa.

Gw sampai harus mengecilkan volume suara komputer untuk menajamkan pendengaran.

Lalu berjakan mendekati pintu, karna semakin penasaran.

Akhirnya, beberapa menit kemudian baru gw sadar suara apakah itu.

Ternyata itu adalah suara roda dari kursi yang bergeser, kursi yang bergerak berpindah posisi.

“Rrrrrrrrrr…rrrrrr….rrrrrrrrr….rrrrrrrr”

Kira-kira seperti itu bunyinya..

Kursi di kantor seluruhnya adalah kursi yang pada kaki-kakinya ada roda kecil.

Di situlah gw baru sadar kalau sudah diganggu sejak mati lampu tadi.

***

Gw mendengar kursi bergeser dengan sendirinya itu cukup lama, semoat terbersit niat untuk keluar ruangan, tapi gak berani.

Karena kalau mau keluar, berarti harus melewati ruang meeting, tempat “kegiatan” kursi bergeser itu berlangsung.

Gw memilih untuk berpura-pura seakan sedang gak terjadi apa-apa, lalu melanjutkan kegiatan.

Tapi gak lama kemudian..

“BRAKK..!”

Gw mendengar suara, pintu toilet ada yang dibanting dengan keras.

Akhirnya menyerah, gw langsung membereskan meja, mematikan komputer, dan berniat untuk ke depan, ke ruang CS.

Setelah berniat mau keluar ruangan, tiba-tiba pintu b’office ada yang banting dengan keras juga.

“BRAKK..!”

Nyaris copot jantung gw mendengarnya, kaget..

Karna pintunya sangat dekat, jadi suaranya jauh lebih keras dari bantingan pintu toilet sebelumnya.

Belum selesai..

Setelah pintu B’office tertutup, kursi yang letaknya dekat pintu bergerak dengan sendirinya..

Menggelinding pelan ke arah pintu, posisinya menjadi menghalangi.
Seperti melarang gw untuk keluar ruangan..

Gw ketakutan, nyaris pingsan,
Bingung, apa yang harus dilakukan, karena terjebak di belakang.

Belum selesai..

Gak lama setelah itu,
Tiba-tiba listrik kantor mati lagi..!

Nah..

Gelap total, entahlah jantung gw udah seperti apa dentumannya..

Gak ada jalan lain, mau gak mau gw harus keluar, harus nekat berjalan ke depan, bagaimana pun kondisinya..

Dibantu cahaya dari layar ponsel, gw nekat berjalan keluar, sambil berharap semoga gak ada sesuatu yang tiba-tiba muncul dari dalam kegelapan.

Dimulai dengan menggeser kursi yang tadi bergerak sendiri, membuka pintu yang terhubung ke ruang meeting..

Gw membuka pintunya pelan-pelan..

Dalam gelapnya ruang meeting, gw gak melihat hal aneh, hanya letak kursi-kursinya menjadi berantakan.

Nah..ketika tepat berada di depan toilet, gw melihat pintu toilet dalam keadaan terbuka. Gak berani untuk melihat ke dalamnya, karena perasaan gw mengatakan ada sesuatu di dalam situ,

Yang terjadi berikutnya adalah..

Di temaramnya cahaya penerangan dari layar ponsel, entah apa yang ada dalam pikiran waktu itu, gw akhirnya malah nekat melirik ke dalam toilet..

Dan benar..

Awalnya terlihat samar, lama-kelamaan menjadi semakin jelas, ketika mata sudah terbiasa di dalam gelap..

Gw melihat ada Pocong yang sedang berdiri tegak di sebelah bak mandi..!

Gw gak berani menatap wajahnya, hanya berani melihat badannya..

Lutut serasa mau lepas..

Tapi, pelan-pelan gw tetap memaksa diri untuk berjalan ke arah pintu keluar,

Walau pun kaki sangat berat untuk melangkah, namun pada akhirnya sampai juga depan pintu.

Tapi ternyata belum selesai juga..

Ketika mencoba membuka pintu yang dalam keadaan terkunci, dari pantulan pintu kaca gw melihat pocong itu sudah berdiri tepat di belakang gw.

Dengan tangan gemetar karena ketakutan, gw membuka kunci pintu kaca dan folding gate..

Berhasil..!

Dengan susah payah, akhirnya berhasil keluar dari situ, meninggalkan kantor tanpa melihat lagi ke belakang..

Akhirnya, di sisa malam itu gw menginap di rumah bang Roy.

Selesailah salah satu kejadian seram yang gw alami di kantor itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *